10 Tips Naik Pesawat Bersama Balita

10 Tips Naik Pesawat Bersama Balita

10 Tips Naik Pesawat Bersama Balita

2606 Page view

“mitos” bahwa memiliki balita itu sangat merepotkan. Terutama bagi para Mommies, waktu Anda bakalan tersita habis untuk mengurus si kecil sepanjang hari. Lupakan liburan ke Singapore, Malaysia, dan Bali untuk sementara waktu. Eits, tunggu dulu! Kata siapa Anda tak mungkin liburan dengan naik pesawat bersama balita Anda? Saya sudah mencoba beberapa kali berlibur dengan naik pesawat bersama keponakan-keponakan yang masih balita, bahkan bayi. Tapi memang perlu beberapa persiapan saat akan naik pesawat dengan membawa balita/bayi. Klikers, berikut 10 tips naik pesawat bersama balita/bayi:

 

  1. Perhatikan bahwa bayi Anda minimal telah berusia tiga bulan sebelum Anda mengajaknya naik pesawat. Walaupun rata-rata maskapai penerbangan mengijinkan usia minimum bayi adalah dua minggu (bahkan ada juga yang usia dua hari), namun usia minimum tiga bulan akan lebih aman. Pada usia tiga bulan, daya tahan bayi sudah lebih kuat, termasuk dalam menghadapi perubahan suhu udara. Jadi, Mommies and Daddies, jika tidak ada hal urgent, lebih baik tunggu bayi Anda berusia lebih dewasa jika ingin berlibur. Karena peraturan tiap maskapai pun berbeda, jangan lupa untuk mengecek peraturan maskapai.

  2. Perhatikan jam tidur balita/bayi Anda. Akan lebih bijaksana bila Anda memilih jam penerbangan yang sesuai dengan jam tidur siangnya (jika Anda terbang di siang hari). Bila balita/bayi Anda terlelap selama penerbangan, ini bakalan jadi bonus banget bagi Anda!
    Bulkhead seat
  3. Sekalipun mungkin si kecil akan melewati penerbangan dengan duduk di pangkuan Anda, namun akan lebih baik bila Anda membeli kursi ekstra untuk balita/bayi Anda. Kursi ini dapat Anda gunakan untuk menaruh perlengkapan bayi. Ruang yang lebih leluasa juga akan membuat Anda dan balita/bayi Anda lebih nyaman. Usahakan mendapat tempat duduk di bagian depan (bulkhead seat). Selain lebih leluasa, bagian ini juga dari mesin pesawat yang bising.
    Bassinet

  4. Untuk penerbangan jarak jauh, beberapa maskapai menyediakan fasilitas bassinet atau skycots . Bassinet adalah tempat tidur lipat berbentuk kotak yang dapat ditempelkan di dinding depan tempat duduk, menghadap kursi penumpang. Namun, ada aturan ketat dalam penggunaannya. Bassinet hanya dapat dipergunakan oleh bayi berusia maksimal 24 bulan dengan berat maksimum 10-13 kilogram. Pada saat take off dan landing, bassinet tidak boleh digunakan. Begitu juga pada saat terjadi turbulensi dan lampu tanda sabuk pengaman penyala, bayi harus diangkat dari bassinet. penyediaan bassinet juga terbatas sehingga Anda harus memesannya dari jauh-jauh hari. Sementara untuk penerbangan jarak dekat, Anda bisa memangku bayi Anda, atau menggunakan kursi bayi khusus yang diletakkan di kursi pesawat dan diikat sabuk pengaman milik kursi pesawat (aircraft single lap strap). Anda juga dapat menggunakan car seat bila bayi Anda belum bisa duduk.
    stroller at airport

  5. Tibalah lebih awal di bandara untuk proses check in dan security (imigrasi bila ke luar negeri). Bakal sangat melelahkan bila Anda harus tergesa-gesa mendorong stroller atau menggendong si kecil sembari berlari-lari. Sambil menunggu boarding, Anda dapat bermain-main dulu dengan si kecil sehingga ia kelelahan dan tertidur saat di pesawat. Perhatikan: jika Anda membawa stroller, maka stroller harus dilipat setiap kali melewati security scan. Perlu diingat juga bahwa stroller tidak dapat dibawa masuk ke kabin dan akan diperlakukan sebagai bagasi. Anda masih dapat menggunakan stroller Anda hingga boarding gate. Lalu ketika boarding, stroller akan diberi tanda limited release tag oleh petugas darat dan dimasukkan ke kompartemen bagasi pesawat.
    sakit telinga

  6. Susuilah bayi Anda pada saat pesawat akan lepas landas dan mendarat. Hal ini untuk mencegah telinga mereka sakit akibat perubahan tekanan udara. Untuk balita yang sudah tidak menyusu, Anda bisa memberikan mereka permen untuk mereka kunyah atau hisap selama pesawat lepas landas dan mendarat.

  7. Suhu kabin pesawat cenderung dingin. Karena itu jangan lupa kenakan baju hangat, kaos kaki, dan topi pada balita/bayi Anda agar mereka nyaman selama penerbangan. Juga lebih baik menggunakan selimut mereka sendiri dibandingkan selimut yang disediakan di penerbangan.

  8. Peraturan berbagai maskapai umumnya mengijinkan Anda untuk membawa makanan dan susu bayi ke dalam kabin pesawat, termasuk susu cair, ASI yang telah diperah ke dalam botol, dan air panas untuk membuat susu. Tak perlu khawatir dengan peraturan maskapai bahwa Anda tidak boleh membawa cairan lebih dari 100ml ke dalam kabin pesawat. Makanan bayi mendapat perkecualian dalam hal ini.

  9. Jangan lupa untuk membawa popok dan pakaian ganti cadangan dalam tas yang Anda bawa ke kabin pesawat. Juga tissue dan tissue basah. Ini untuk persiapan seandainya balita/bayi buang air di dalam pesawat ataupun tak sengaja muntah ataupun tak sengaja menumpahkan makanan/minuman. Anda nggak mau kan balita Anda menguarkan bau tak sedap bila dia tiba-tiba pup dan Anda tak menyiapkan popok ganti di kabin? Ada baiknya juga bila Anda menyiapkan kaus ganti untuk Anda sendiri untuk berjaga-jaga.

  10. Jangan lupa untuk membawa snack dan mainan untuk si kecil. Jangan lupa juga untuk mengisi baterai gadget Anda hingga full. Snack dan mainan (termasuk games dan music di gadget) dapat membuat anak Anda anteng selama penerbangan. Untuk minuman, lebih baik Anda membawa minuman dalam kemasan botol agar bisa ditutup kembali.

Itulah 10 tips naik pesawat bersama balita/bayi Anda dari kami. Mungkin sekilas tampak ribet, namun percayalah, lebih baik Anda mengajak balita Anda dibandingkan menitipkannya pada kakek/neneknya. Selama ada kesempatan, ambil waktu untuk bersama anak-anak Anda. Ingat, mereka tidak akan menjadi balita selamanya. Enjoy every moment with your kids, and have a quality time with your family…

 

Sumber : http://klikhotel.com

Kapan & Darimanapun Siap Melayani